logo SLO Nusantara

Seorang wanita hamil akan merasakan berbagai perubahan dalam tubuhnya ketika mencapai usia kehamilan empat minggu. Di fase ini, ukuran bayi masih sangat mungil. Bagaimana rasa dari seorang ibu pada minggu kelima belas terhitung dari hari pertama haid terakhir? Pelajari pula proses perkembangan embrio selanjutnya.
Note: Saya telah memperbaiki kesalahan penanggalan dengan menambahkan lima belas karena biasanya hitungan awalan dimulai dari periode menstruasi terakhir dan 4 Minggu adalah posisi sembilan belas sampai dua puluh satu harinya atau bisa dibilang sudah masuk minggu kelima untuk penghitungan umur kehamilan secara standar medis. Jadi saya asumsikan Anda ingin bertanyaa tentang apa yang dialami oleh Ibu Hamil setelah beberapa waktu lebih lama dibandingkan kondisi ‘saat’ hamil 4 minggu. Harap dikoreksi jika tidak sesuai.

Apabila ditanyakan mengenai perasaan seorang ibu selama 4 minggu pertama kehamilan, setiap bunda bisa memiliki jawaban yang berbeda-beda. Hal ini disebabkan karena tiada dua wanita yang sama pengalamannya; beberapa ibu hamil bahkan tidak menunjukkan tanda-tanda kehamilan sama sekali.

Layan Alrahmani, M.D., seorang spesialis kandungan dan ginekologi, menyebutkan bahwa bila Anda belum mengalami gejala apapun, tidak perlu cemas. Masih banyak wanita lainnya yang belum merasakan hal apa pun di pekan kelima belas masa kehamilannya.

“Kira-kira setengah dari wanita akan merasakan gejalanya pekan depan, namun kebanyakan tanda-tanda awal kehamilan baru terlihat sekitar 6 minggu kemudian,” jelas Alrahmani seperti dikutip dari
BabyCenter.

Proses Pertumbuhan Bayi Sejak Awal Sampai Kelahiran, Ibu Wajib Mengetahui Ini

Perkembangan janin 4 minggu

Berikut adalah sejumlah perubahan yang terjadi pada bayi Anda berusia 4 minggu di dalam kandungan:

1. Tumbuh cepat

Pada umur kehamilan 4 minggu, janin baru berbentuk embrio yang sungguh minim, kurang lebih sama besar seperti biji wijen (0,1-0,2 mm). Meski begitu, sesudah embrio itu terpasang di dalam rahim, sel-sel akan membelahan secara pesat sambil melaksanakan beberapa tugas penting.

Bayi calon memiliki dua lapisan (dinamakan hipoblast dan epiblast), di mana dari kedua lapisan ini semua organ akan dimulai dalam perkembangan mereka pada keenam pekan mendatang. Momen tersebut merupakan saat ketika janin sangat rawan terhadap gangguan pengembangan. Oleh karena itu, penting bagi ibu untuk menjauhi alkohol, merokok, obat-obatan, serta zat kimia yang bisa membahayakan.

Selain itu, berhati-hatilah terhadap overheating. Suhu tinggi, khususnya pada trimester pertama kehamilan, dapat meningkatkan risiko kelainan tabung neural. Oleh karena itu, penggunaan sauna, mandi uap, serta kolam air hangat tidak dianjurkan saat hamil.

2. Plasenta primitif

Di umur 4 minggu, sel-sel eksternal dari embrio membentuk terowongan hingga masuk ke dalam dinding rahim. Ruang pun tercipta di area tersebut supaya aliran darah dari ibu bisa mengalirinya dengan baik, memungkinkannya memberikan gizi serta oksigen bagi bayi yang berkembang.

3. Kantong ketuban serta kantong kuning telur

Kini terdapat kantong ketuban yang membungkus embrio. Kantong tersebut berisikan cairan ketuban dan bertugas untuk memberikan perlindungan pada janin seiring pertumbuhan. Selain itu, embrio kecil juga mempunyai kantong kuning telor yang menyediakan asupan gizi sementara serta merangsang perkembangan sel-sel menjadi tali pusat, sistem pencernaan, dan organ-organ reproduktif.

Apa yang dialami Ibu ketika mengandung usia 4 minggu?

Sebagian wanita mengandung mungkin belum mengetahui bahwa mereka sedang hamil saat berusia 4 minggunya. Akan tetapi, terdapat sejumlah gejala dini kehamilan yang dapat dialami oleh para ibu tersebut:

  1. Terlambat datang bulan: Salah satu indikasi hamil yang paling sering terjadi adalah menstruasi yang tertunda.
  2. Payudara membengkak dan sakit: Hal ini bisa jadi merupakan salah satu indikasi dini dari kehamilan. Biasanya bunda akan merasakannya sekitar umur kehamilan antara 4 sampai dengan 6 minggu dan kondisi tersebut mungkin bertahan hingga akhir trimester pertama. Bundapun mungkin mencatat adanya perubahan seperti ukuran payudara yang semakin besar atau warna puting susu yang lebih gelap. Sebagian wanita hamil juga menyadari ada pembuluh darah ungu atau biru yang terlihat menjorok keluar di area payudara mereka.

  3. Lelah: Sebagian besar wanita mengalami rasa lelah, yang merupakan salah satu gejala dini dari kehamilan. Rasa letih ini berdampak pada hampir seluruh ibu hamil di triwulan pertama, mungkin disebabkan oleh kenaikan kadar progesteron secara signifikan.
  4. Mual ringan:
    Morning sickness
    Biasanya terjadi pada sekitar minggu keenam, tetapi ada juga yang mulai merasakannya di minggu keempat. Diperkirakan hingga 80% wanita hamil akan mengalami rasa mual saat kehamilan berlangsung, dengan kurang lebih separuh dari mereka juga mengalaminya disertai muntahan.

  5. Kadar progesteron yang meningkat bisa melambat proses pencernaan dan menimbulkan gejala seperti perut kembung serta gas berlebihan. Bahkan beberapa pekan sebelum Anda benar-benar merasakan hal ini, Anda mungkin sudah mulai bersenderi lebih sering atau menjadi lebih banyak kentut, bahkan mungkin juga perlu membuka kancing baju demi mengurangi rasa kembung tersebut.
  6. Kram lembut: Kram yang terjadi sepanjang masa kehamilan biasanya tidak perlu dipusingkan. Di tahap awal kehamilan, sebagian wanita mungkin merasakan kram implantasi (dengan kemungkinan adanya flek) ketika embrio melekat pada rahim. Akan tetapi, jika kram pada triwulan pertama disertai tanda-tanda lain (misalnya perdarahan), hal ini bisa jadi indikator dari kondisi tertentu seperti kehamilan ektopik atau ancaman keguguran.

  7. Noda atau pendarahan ringan: Noda atau pendarahan ringan (
    implantation bleeding
    ) dapat terjadi ketika embrio melekat di dinding rahim.
  8. Fluktuasi emosi: Zat kimia dalam tubuh, tekanan hidup, serta rasa lelah semua mempengaruhi perubahan mood sepanjang masa mengandung, khususnya di triwulan pertama. Variansi emosional tersebut merupakan hal biasa bagi wanita hamil.

    Tetapi, apabila Bunda kerap merasakan fluktuasi emosi, atau kondisi ini bertahan lebih dari dua minggu, sebaiknya diskusikan hal tersebut dengan petugas kesehatan. Kemungkinan besar Anda merupakan salah satu di antara sepuluh wanita yang menghadapi depresi ringan sampai sedang saat hamil.

Saran merawat kehamilan pada usia 4 minggu

Kehamilan pada umur 4 minggu merupakan periode penting bagi pertumbuhan bayi dalam kandungan. Di bawah ini terdapat sejumlah saran yang dapat membantu merawat kehamilan saat mencapai tahap tersebut:
1.
2.
3.
4.

  1. Penggunaan asam folat: Sangatlah vital bagi ibu yang sedang hamil untuk memperbanyak konsumsi asam folat agar bisa mencegah terjadinya kelainan pada sumsum tulang belakang bayi mereka. Mereka dapat mendapatkan nutrisi ini melalui penganekaragaman menu dengan mengonsumsi berbagai jenis sayur daun hijau dan polong-polongan, serta menggunakan suplementasi jika diperlukan.
  2. Jauhi tembakau dan alkohol: Usahakan untuk berhenti merokok, meminum alkohol, atau menggunakan narkoba saat hamil. Rokok (bahkan asapnya) bisa menimbulkan masalah kesehatan yang parah sepanjang masa kehamilan hingga bersalin.

    Seperti halnya mengonsumsi minuman beralkohol yang bisa menimbulkan masalah serius, khususnya dalam tiga bulan awal kehamilan. Tidak ada jumlah aman untuk meminum alkohol saat hamil, oleh karena itu sebaiknya dihindari.

  3. Tingkatkan waktu tidur Anda: Saat hamil, tubuh memerlukan lebih banyak tenaga, jadi pastikan Bunda beristirahat dengan cukup.

  4. Konsumsi makanan bernutrisi: Pastikan memakan hidangan tinggi protein, vitamin, serta mineral guna membantu perkembangan bayi dalam kandungan.

  5. Hindari stres: Kegiatan stres bisa berdampak pada kondisi kesehatan sang ibu yang sedang mengandung serta bayi di dalam kandungan. Usahakan untuk mencoba metode-metode rileksasi semisal melakukan yoga atau peregangan mindfulness.

  6. Kunjungi dokter: Lakukan cek kehamilan dengan cepat guna menjamin kesehatan Anda dan si bayi dalam kandungan.

Indikasi Bahaya Kehamilan pada Trimester Pertama

Trimester awal kehamilan merupakan periode yang rawan. Berikut tujuh indikasi bahaya pada bayi dalam trimester satu yang harus Ibu waspadai:

1. Perdarahan hebat

Pendarahan berat pada masa kehamilan dini harus ditangani dengan serius. Terlebih apabila gejala ini dikombinasikan dengan rasa sakit di area perut bagian bawah serta adanya pengeluaran gumpalan darah. Hal itu mungkin menandakan risiko keguguran atau kehamilan ektopik yang memerlukan penanganan medis segera.

Berdasarkan American College of Obstetricians and Gynecologists (ACOG), keguguran awal berlangsung pada trimester pertama hingga 13 minggu kehamilan. Sekitar sepuluh dari seratus kehamilan yang diketahui akan mengalaminya. Meskipun demikian, kurang lebih separuh wanita yang alami keguguran ternyata tak menunjukkan tanda-tanda pendarahan sebelumnya.

2. Sakit perut berat

Nyeri perut pada masa kehamilan dapat dipicu oleh faktor hormonal. Akan tetapi, apabila Bunda merasakan nyeri yang cukup hebat sehingga menganggu rutinitas sehari-hari serta dibarengi dengan pendarahan, hati-hati kemungkinan adanya kehamilan ektropik.

Kehamilan ektopik bisa membahayakan jiwa walau kasusnya tidak sering terjadi. Wanita yang memiliki kehamilan ektopik berpotensi menghadapi risiko perdarahan serta kematian. Menanganinya pasti akan memungkinkan keselamatan bagi seorang ibu, demikian menurut Dr Chris Zahn, wakil presiden bidang praktek di ACOG, seperti dikutip.
The Guardian.

3. Sakit kram perut yang parah

Sakit perut biasa dirasakan oleh wanita hamil di semester pertama. Akan tetapi, jika terlalu parah, kram dapat mengindikasi adanya penyakit dalam sistem urinaria.

Di samping itu, kram yang parah dapat dipicu oleh kondisi dehidrasi pada Bunda. Agar terhindar dari hal tersebut, sebaiknya Bunda minum antara 8 sampai 10 gelas air setiap harinya.

4. Merasa pusing dan muntah dengan parah

Rasa mual dan muntah yang parah selama kehamilan dapat menjadi indikasi dari hiperemesis gravidarum. Berdasarkan informasi dari ACOG, kondisi ini dialami oleh sekitar 3% wanita hamil.

Ibu hamil yang menderita kondisi tersebut memerlukan penanganan medis intensif, termasuk kemungkinan rawat inap di rumah sakit. Jika hiperemesis gravidarum tidak terkendali dengan tepat, dapat berpotensi membahayakan bayi, sebab sang ibu mungkin kekurangan gizi serta dehidrasi akibat gangguan muntahan yang parah.

5. Rasa sakit dan seperti dibakar saat kencing

Rasa sakit dan panas seperti terbakar saat buang air kecil pada trimester awal kehamilan dapat menandakan adanya Infeksi Saluran Kemih (ISK). Sesuai informasi dari American Pregnancy Association (APA), ISK merupakan peradangan akibat infeksi bakteri dalam saluran kemih yang cenderung muncul antara minggu keenam sampai kedua puluh empat masa mengandung.

ISK bisa mengakibatkan berbagai masalah apabila tak ditangani, Bunda. Beberapa dampaknya meliputi infeksi ginjal, tekanan darah tinggi selama kehamilan (preeklampsia), dan juga keterhambatan perkembangan bayi dalam kandungan.

6. Demam tinggi

Dikutip dari
Very Well Family
, demam saat kehamilan, khususnya di triwulan awal, bisa memicu gangguan dalam proses pertumbuhan bayi. Sejumlah studi menunjukkan bahwa suhu badan yang meningkat ketika sedang hamil berhubungan dengan potensi kelainan sistem saraf seperti spina bifida serta risiko abortus spontaneus.

“Umumnya, demam persisten dengan suhu tinggi dipandang dapat menimbulkan masalah pada pertumbuhan janin atau bahkan janin tidak tumbuh,” jelas sang pengarang dalam bukunya.
After Miscarriage
, Krissi Danielsson.

7. Keputihan abnormal

Keluarnya cairan yang tampak seperti susu dari vagina serta diiringi oleh baunya yang amis dan sensasi gatal bisa menjadi tanda adanya keputihan abnormal. Alasan utama terjadinya kondisi ini seringkali dikarenakan oleh infeksi bakteri atau jamur.

Ibu harus waspada terhadap keputihan tidak normal di tahap awal kehamilan sebab ini bisa menjadi indikator risiko. Hal tersebut dikarenakan kondisi itu mungkin memicu beberapa masalah kesehatan. Jika dibiarkan, infeksi akibat keputihan tak biasa memiliki potensi untuk menimbulkan peradangan pada otak si Kecil, mengganggu sistem pernafasan dan juga saluran cerna mereka.

Apabila Ibu menemui salah satu gejala tersebut, silakan segera konsultasi dengan dokter.

Pilihan Redaksi

  • 13 Zat Gizi Yang Diinginkan Oleh Ibu Saat Hamil

  • Ibu Hamil dengan Berat Badan Ekstra di Triwulan Pertama Membuat Lengan dan Perut Bayi Semakin Tebal

  • Rumah Sakit di Singapura Menghadapi Overload karena Meningkatnya Jumlah Pasangan yang Memilih jalani IVF

Untuk bunda yang ingin berbagi pengalaman tentang parenting sambil mendapatkan banyak hadiah, silakan bergabung dengan komunitas SLO NUSANTARA Squad. Untuk mendaftar, cukup klik link ini.

SINI.

Gratis!