Laporan Jurnalis SLO NUSANTARA, Chrysnha Pradipha
SLO NUSANTARABOYOLALI
– Kenangan masih segar di benak kita tentang cerita-cerita para pembeli setia dari toko Ida Kuntalasari yang meneteskan air mata dengan penuh kesedihan sampai kehilangan tenaga karena tindakan mereka masing-masing.
Mereka di antaranya merugi, kehilangan jutaan rupiah gara-gara lalai. Juga kemakan SMS berhadiah yang berhasil memancing mangsanya lewat narasi hadiah kejutan.
“Saya kasihan sama mereka, habis hampir satu juta rupiah dalam beberapa jam,” ucap Ida lirih, tatkala mengenang beberapa pelanggannya korban penipuan, Rabu (26/3/2025).
Di era digital ini, ketika teknologi bisa menjadi jembatan sekaligus jebakan, Ida berdiri teguh sebagai pelindung bagi mereka yang rentan.
Berkali-kali ia menyaksikan pelanggan terutama ibu-ibu dan lansia dihantui janji manis hadiah fiktif.
Mereka datang dengan mata penuh harap, telepon genggam di tangan, mengikuti panduan dari seseorang yang mengaku memberi hadiah, tapi ujung-ujungnya meminta transfer uang.
“Korban itu dipandu lewat telefon. Disuruh transfer dulu katanya buat dapat hadiah. Saya yang di sampingnya langsung bilang, ‘Bu, itu penipuan.’ Tapi kadang mereka gak percaya,” kata Ida, tersenyum getir.
Seringkali, dia mengepulkan ponsel pelanggan dan berkomunikasi secara langsung dengan penjahat tersebut.
“Pernah penipunya langsung matikan telefon pas saya ngomong. Pelanggan saya akhirnya selamat,” kenangnya.
Namun, ada pula yang tetap bertahan hingga akhirnya menderita kerugian. “Saat itu, saya hanya dapat pasrah,” ujarnya dengan pelan.
Namun Ida tak pernah jera. Ia terus mengimbau, terutama kepada kalangan ibu-ibu dan lansia.
Menurutnya, mereka tidak hanya pelanggan, tetapi juga seperti sebuah keluarga besar yang harus dijaga dan dilindungi.
Dia menyadari bahwa sebagian besar dari mereka kurang familiar dengan teknologi dan masih asing dengan dunia peminjaman online yang sangat mudah dijangkau namun memberatkan karena suku bunganya tinggi.
“Seringkali saya tekankan kepada mereka untuk tidak sembarangan menekan tombol klik dan mudah percaya begitu saja. Ada banyak kasus di mana orang terperosok ke dalam hutang dari pinjaman daring lantaran ketidaktahuan,” katanya.
Perjuangan Gerai BRILink
Toko kecil yang dimiliki oleh Ida pertama-tama hanya menawarkan pulsa, kartu pra-bayar, serta aksesoris telepon seluler. Akan tetapi, semuanya bertransformasi di tahun 2020 saat dia diberikan kesempatan untuk menjadi mitra BRILink oleh pekerja BRI.
Membawa antusiasme serta surat persetujuan dari kantor kelurahan, Ida pun memulai dengan membuka gerainya guna melayani transaksi finansial.
Pada awalnya, dia tidak mengerti tentang penarikan tunai, pembayaran pinjaman, ataupun tranfer bank-bank yang berbeda. Tetapi, wanita tersebut mulai mempelajari hal-hal tersebut.
Di sana terbentuk pula rasa bertanggung jawab yang lebih tinggi dari hanya memenuhi permintaan transaksi dalam perjalanannya untuk belajar.
Saat ini, Anugerah Cell berfungsi sebagai tempat penopang layanan keuangan di area yang terbatas pada fasilitas perbankan seputar Waduk Cengklik.
Di lokasi ini, masyarakat dapat mengambil uang, melunasi tagihan listrik, membayarkan iuran BPJS, membeli voucher telepon, serta berbelanja secara online. Segala layanan tersedia di satu area, yang mudah dijangkau, dan lebih dari itu semua, didampingi oleh orang-orang yang sangat teliti dan sabar dalam memberikan bimbingan.
“Kesopanan diutamakan. Bagaimanapun tantangannya, kami akan membantunya,” kata Ida sambil matahari bersinar dengan penuh kepercayaan dalam matanya.
Saat baru memulai karir sebagai agen BRILink, Ida tidak mengharapkan terlalu banyak. Tetapi nasib membuktikan sebaliknya.
Melalui kesabaran serta pelayanan yang tak kenal lelah, bisnisnya berkembang dengan cepat. Mulai dari 70 sampai 100 transaksi sehari, terutama menjelang akhir bulan saat gajian, warungnya selalu dipadati pelanggan.
Sekarang, keberhasilannya tidak hanya terlihat pada struk transaksi atau tumpukan bukti pengiriman uang. Namun juga dari mimpi yang perlahan berwujud sebagai rumah baru sedang dibangun di wilayah Pengging, Boyolali.
“Sudah sepuluh tahun saya berjualan pulsa dan handset. Namun, semenjak menjadi agen BRILink, pendapatan saya naik hampir dua kali lebih banyak,” katanya dengan rasa terima kasih yang mendalam.
Kini karakteristiknya mirip dengan sebuah pusat layanan komunitas rather dari sekedar toko kecil. Para penduduk lokal cenderung lebih suka mengunjungi Anugerah Cell dibandingkan harus pergi ke mesin ATM yang lokasinya dapat berjarak hingga 4 kilometer. Jika ingin pergi ke kantor bank, mereka mungkin perlu meluangkan waktu ekstra karena tambahan jarak sejauh satu kilometer.
“Kami sangat dimudahkan. Dahulu harus pergi jauh ke ATM, kini hanya di sini sudah cukup. Membayar tagihan listrik, mentransfer uang kepada orangtua, semua bisa dilakukan,” ungkap Faisal, pelanggan tetap dan juga supir expedisi yang berkunjung satu kali seminggu.
Dia tidak menganggap biaya ekstra sebesar Rp 5.000 per transaksi menjadi masalah. “Terlalu murah sih. Lebih baik capek datang ke kota, di sini semua sudah terbantu. Tidak perlu repot,” katanya.
Ida Kuntalasari tak sekadar agen BRILink; dia menjadi penghubung antara teknologi dengan kebaikan hati manusia. Dia mewakili layanan yang lebih dari urusan finansial, melainkan juga mengutamakan kesadaran, proteksi, serta kasih sayang terhadap orang lain.
Di tengah kehidupan yang semakin hectic dan tidak peduli, cerita Ida memberi pengingat bahwa urusan bisnis belum tentu hanya tentang laba.
Terkadang, hal terpenting adalah ketika kita dapat menjadi dukungan bagi orang lain. Sebagai contoh, Ida menganggap para pembelinya tidak hanya sebagai klien, tetapi sebagaimana anggota dalam familiya sendiri.
Capaian Agen BRILink
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk, dikenal sebagai BRI, bertekad untuk memberikan layanan perbankan lengkap dengan memperluas jangkauannya lewat agen-agen BRILink yang ada di hampir semua wilayah negara ini.
Bank BRI berperan aktif menjadi penggerak utama dalam bidang inklusi keuangan dan membantu pemerintah mengejar tujuan visi pembangunannya.
Sampai akhir Desember 2024, BRI melaporkan pertambahan pesat dalam total Agen BRILink, naik dari sekitar 740 ribu agen pada Desember 2023 hingga mencapai angka 1,06 juta agen di Desember 2024.
Ini menunjukkan bahwa sepanjang tahun 2024, tercatat hingga 324 ribu orang telah mendaftar sebagai Agen BRILink.
Melalui jaringannya yang luas, BRI saat ini telah mencakup lebih dari 85 daerah di seluruh Indonesia dan mengservis lebih dari 62 ribu desa.
Inisiatif ini sejalan dengan Asta Cita Pemerintah yang dipimpin oleh Presiden RI Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.
Kepala Utama BRI, Sunarso, menyatakan bahwa BRI ikut serta dalam menciptakan dan mensupport Asta Cita.
“Dalam hal ini, sebagai bagian dari komitmen BRI, kami ikut mensupport tujuan ke enam Asta Cita yang berfokus pada pembangunan mulai dari pedesaan dan lapis terbawah untuk mengakselerasi kesetaraan ekonomi serta penghapusan kemiskinan,” ungkapnya melalui pernyataan tertulis pada Rabu (22/1/2025).
Dia juga menggarisbawahi bahwa usaha tersebut menyokong Asas Tri Cita pemerintah Indonesia yang berfokus pada peningkatan pekerjaan bermutu serta mempromosikan wirausaha.
Agen BRILink berfungsi secara signifikan sebagai garis depan untuk mengembangkan penetrasi layanan finansial sampai ke daerah-daerah terpencil di negara ini.
Dalam pernyataan persnya, Sunarso mengungkapkan bahwa sebagai bagian dari pendekatan hybrid banking, BRI menggabungkan pelayanan digital dengan konvensional guna menjamin ketersediaan layanan finansial secara merata.
Agen BRILink bertindak sebagai fondasi utama dalam mengembangkan lingkungan finansial yang inklusif serta lestari.
Di samping itu, tugas Agen BRILink bukan hanya untuk mengembangkan dan menyederhanakan akses ke layanan perbankan, namun mereka juga berupaya mendukung ekonomi bersama dengan melibatkan banyak pihak dalam ikut serta.
Berbagai macam layanan disediakan oleh Agen BRILink, termasuk pembayaran untuk tagihan listrik, air, asuransi BPJS, dan telepon, serta pengisian pulsa dan cicilan. Ini menjadikannya pilihan penting dalam bidang finansial bagi publik saat ini.
Di samping itu, terdapat pula program rujukan yang berlaku untuk membuka akun tabungan, mengajukan kredit, membeli polis asuransi mikro, menarik uang dari luar negeri, serta memesan tiket perjalanan seperti bis, shuttle, dan feri.
Segala kenyamanan ini menjadikan Agen BRILink berperan sebagai penghubung antara masyarakat dengan pelayanan perbankan yang lebih terjangkau dan mudah diakses.
Sebaliknya, Kementerian Badan Usaha Milik Negara Republik Indonesia juga mengambil langkah-langkah untuk mendorong percepatan program-program unggulan nasional dengan beragam inisiatif.
Menteri BUMN, Erick Thohir, mengungkapkan bahwa demi mewujudkan Asta Cita itu, dibutuhkan kerjasama yang efektif dan efisien di antara beberapa pihak terkait.
Erick menyatakan bahwa program ini meliputi peningkatan sektor akhir dari pembangunan infrastruktur, penyediaan layanan bagi publik, pemantapan harga bahan pangan, serta pengembangan tenaga kerja dan energi yang ramah lingkungan.
“Kolaborasi lintas kementerian dan badan menjadi momentum strategis untuk menjawab tantangan pembangunan yang semakin kompleks,” ungkap Erick Thohir.
(*)