logo SLO Nusantara


SLO NUSANTARA

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan mutu para guru serta memperbaharui metode pengajaran di Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia (MAN IC).

Menurut Nasaruddin, hal tersebut bukan saja mendorong persaingan akademik yang lebih tinggi, namun juga menguatkan pengetahuan ilmiah dan aspek spiritual bagi para guru dalam perannya sebagai agen perubahan.

“Perlu dipahami bahwa keunggulan MAN IC tak sekadar dinilai berdasarkan pencapaian akademis saja, melainkan juga pada daya saing spiritual serta integritas ilmu pengetahuan yang akan memposisikan kami dalam persaingan global,” ungkap Nasaruddin seperti dilansir dari situs resmi Kemenag, Jumat (28/3/2025).

Nasaruddin menyebutkan bahwa sistem belajar di MAN IC sebaiknya mencampurkan logika dengan intuisi rohani, serta posisi guru yang melebihi hanya menjadi pengajar biasa.

Namun sebagai pelajar yang membawa keberkahan dan pengaruh positif terhadap teman-temannya di sekolah.

“Kami perlu memiliki keberanian untuk berpikir secara berbeda dan jangan hanya mengadaptasi pola dari sekolah-sekolah terkemuka yang telah ada. Hal utamanya adalah menjaga esensi ilmu pengetahuan kami tetap lestari supaya tidak tenggelam oleh aliran globalisasi,” katanya.

Nasaruddin pun mengutamakan pengalokasian dana khusus bagi MAN IC serta program ekstrakurikuler yang menjadi salah satu nilai jual unggul dari lembaga pendidikan tersebut.

Karena itu, menurut Nasaruddin, tugas dari MAN IC tidak sekadar meraih pencapaian dalam bidang akademik saja, melainkan juga mendirikan kerjasama diantara para pemegang kepentingan dengan menggunakan sumber daya yang tersedia sebaik mungkin.

“Saya mengharapkan Direktorat Kurikulum Sarana Kelembagaan dan Kesiswaan Madrasah, Direktorat Guru Tenaga Kependidikan, serta kepala guru-guru di Sekolah Menengah Atas Negeri I C seluruh Indonesia untuk turut ambil bagian secara aktif dalam menciptakan hal tersebut,” jelasnya.

Peminat MAN IC

Saat yang sama, Direktur KSKK Madrasah dari Kementerian Agama Nyayu Khodijah menyebutkan bahwa minat siswa terhadap MAN Unggulan cukup besar.

Menurut data dari Kemenag, menurut penjelasan Nyanyu, jumlah peserta pendaftaran mencapai 39.012 orang, melebihi angka tahun 2024 yaitu hanya sebanyak 31.990 pendaftar.

Dari total 39.012 peserta yang mendaftar, terdapat 27.517 calon siswa untuk SNPDB MAN Insan Cendekia (IC), 4.689 siswa mengajukan diri ke MAN Program Keagamaan (PK), serta ada 733 pelamar di Madrasah Aliyah Kejuruan Negeri (MAKN).

“Berdasarkan data dari para calon peserta didik tersebut, rasio kompetisi yang paling ketat terdapat di MAN IC Pekalongan dengan angka 1 banding 55, diikuti oleh MAN IC Serpong dengan perbandingan 1 banding 29, lalu MAN IC Padang Pariaman sebesar 1 banding 18, dan juga MAN IC OKI Sumatera Selatan dimana 12 siswa bersaing untuk mendapatkan satu tempat,” jelas Nyanyu.