logo SLO Nusantara


SLO NUSANTARA.CO.ID – JAKARTA.

Penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tipe Pertamax (RON 92) serta Pertalite (RON 90) meningkat hampir mencapai puncak menjelang perayaan Hari Raya Idulfitri 1446 Hijriah, khususnya di daerah Jawa Barat.

Meskipun demikian, Pemerintah lewat PT Pertamina Patra Niaga mengonfirmasi bahwa persediaan bahan bakar minyak (BBM) dan liquefied petroleum gas (LPG) tetap cukup guna memenuhi permintaan publik sepanjang masa berlaku tersebut.

Wakil Menteri ESDM Yuliot menyatakan bahwa pihaknya tetap fokus pada penanganan pasokan energi dengan memperbanyak persediaan dan meredam sejumlah kendala dalam proses pendistribusionya.


Penghargaan Mendekati Idulfitri oleh Pertamina: Tarif BBM Non-Subsidi Berkurang

“Kementerian terus berusaha memastikan kelancaran pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM), Gas Elpiji (LPG), dan listrik bagi warga melalui peningkatan persediaan sumber daya yang tersedia serta pencegahan kemacetan, bencana alam, atau rintangan lainnya yang bisa menghambat pendistribusion ke area-area spesifik. Ini semua bertujuan agar pengisian ulang di Stasional Pengisis Bahan Bakar Umum (SPBU) tidak terganggu,” kata Yuliot setelah melakukan kunjungan ke SPBU di Rest Area Kilometer 207A Cirebon, Jawa Barat, pada hari Jumat (28/3).

Di Provinsi Jawa Barat, penggunaan bahan bakar minyak (BBM) tipe Pertamax mencatat kenaikan sebesar 6% jika dibandingkan dengan masa sebelumnya, sedangkan untuk Pertalite ada kenaikan menjadi 5%. Di sisi lain, pemakaian solar menunjukkan penurunan hingga 19%, hal ini disebabkan oleh aturan yang membatasi operasional truk pada jalanan utama saat musim libur Idulfitri.

Di luar BBM, penggunaan LPG pun naik karena bertambahnya kegiatan di dalam rumah saat bulan Ramadan dan mendekati hari Lebaran.

“Stok LPG kami tingkatkan sebesar kurang lebih 10% dari permintaan harian. Tindakan ini diambil guna memastikan kelancaran penyediaan bahan bakar minyak dan LPG untuk publik,” jelas Yuliot.

Harsono Budi Santoso, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis di PT Pertamina Patra Niaga, telah membenarkan peningkatan penggunaan bahan bakar minyak, yang paling signifikan terlihat pada bidang transportasi.


Harga Bahan Bakar Motor dan Mobil Non-Subsidi Pertamina Berkurang, Harga Pertamax Menjadi Rp 12.500 Mulai Hari Ini (29/3)

“Meneruskan poin yang telah disebutkan oleh Pak Wamen tentang ketersediaan bahan bakar minyak dan gas elpiji, terkait dengan bahan bakar minyak, ada peningkatan penggunaannya di bidang transportasi, lebih spesifik lagi pada jenis gasoline. Mulai tanggal 28 Maret 2025, pemakaian Pertamax naik kurang lebih 6% dibanding hari-hari biasa sebelumnya,” jelas Budi sambil menemani Wamen ESDM selama konferensi pers di Cirebon.

Budi pun menyebutkan bahwa penggunaan bahan bakar Pertalite naik sebesar 5%, sedangkan pemakaian solar berkurang sejalan dengan aturan pemberlakuan pembatasan kendaraan truck saat musim mudik.

“Hingga saat ini, terkait dengan LPG, kami menjamin kelancarannya serta persiapan stok ekstra yang telah dipersiapkan untuk mencegah peningkatan permintaan selama masa liburan Lebaran,” katanya.

Riwayat data mengindikasikan bahwa kebutuhan akan ragam bahan bakar minyak biasanya bertambah pada masa Ramadan dan Idulfitri.

Penggunaan bahan bakar Pertalite, Pertamax, Turbo, serta Pertamax Green meningkat bersamaan dengan peningkatan jumlah perjalanan mobil pribadi. Sementara itu, permintaan AVTUR juga naik akibat bertambahnya frekuensi penerbangan selama masa libur.


Perjalanan Pulang Kampung yang Selamat dan Nyaman menggunakan Bahan Bakar Gasoline 92

Sebagai alternatif, kebutuhan akan LPG dan minyak tanah naik karena adanya banyak aktifitas di lingkungan keluarga, khususnya dalam proses memasak pada bulan Ramadhan serta saat perayaan Lebaran. Di pihak lain, penggunaan solar, Bio Dexlite, dan Dex justru menurun dikarenakan rendahnya operasi transportasi komersial selama masa liburan yang lama.