SLO NUSANTARA.CO.ID, JAKARTA – Pelatih AC Milan Sergio Conceicao menyatakan dirinya tak merasa cemas terkait nasibnya sebelum pertandingan away melawan Napoli pada kelanjutan Serie A Liga Italia, Minggu (30/3/2025). Media asal Italia memberitakan bahwa pelatih Napoli Antonio Conte mungkin akan bergabung dengan Milan apabila Conceicao tidak berhasil membawa Rossoneri masuk ke Liga Champions lewat posisi top four klasemen akhir Serie A tahun ini.
Milan duduk di peringkat sembilan dan tertinggal sembilan poin dari Bologna yang menempati posisi empat. Di sisi lain, Napoli yang ada di urutan kedua sudah pasti bersaing untuk juara dengan Inter Milan yang unggul tiga poin di atas mereka.
” Bersama dengan Antonio, saya bertarung dengannya dalam peran sebagai pemain, saat itu dia masih membela Juventus sementara saya bersama Lazio. Namun kali ini sebagai seorang pelatih, yang menjadi pengalaman perdana bagi saya,” ungkap Conceicao kepada jurnalis pada hari Sabtu, 29 Maret 2025.
Napoli memenangkan laga perdana dengan skor 2-0 di bulan Oktober 2024. Meskipun demikian, pada waktu tersebut Conceicao belum dilantik menjadi juru taktik Milan.
“Kami hafal apa yang mereka lakukan, pemain mana yang bagus. Kami siap dengan prinsip-prinsip ini, tetapi melihat tim kami, kami akan menciptakan kesulitan bagi Napoli. Kami siap dan saya suka menantang yang terbaik,” kata Conceicao.
Conceicao menyatakan tidak merasa perlu untuk berbicara tentang masa depannya dengan pengelolaan Milan. Ia mengandalkan pada performanya di lapangan.
“Pertandingan berikutnya adalah hal yang paling penting. Saya di sini, saya memiliki kontrak dengan AC Milan dan saya tidak perlu siapa pun untuk memberi tahu saya apa pun lagi,” ujar dia menegaskan.
Pelatih berasal dari Portugal tersebut menyebutkan bahwa Milan, setelah bangkit dari serangkaian tiga kekalahannya secara beruntun melalui dua kemenangan berturut-turut dalam kompetisi liga, tetap memiliki peluang untuk menyelesaikan posisi empat besar serta meraih gelar Coppa Italia pada akhir musim ini.
“Suasananya nyaman dan segar,” ujarnya.
Conceicao mengurangi pentingnya perbedaan antara dia sendiri dan Conte, sang juara empat kali pemenang Scudetto saat melatih Juventus dan Inter Milan.
“Ia tak membutuhkan kepastian, hadir hanya untuk melaksanakan tugas semaksimal mungkin. Membandingkan diri dengan Antonio bertujuan untuk itu, yaitu gairah,” ujarnya.
Bukan hanya semangat untuk sepak bola, kita juga bersemangat dengan hidup, tim, keluarga, dan sahabat. Sama halnya dengan Antonio; dia memiliki pandangan serupa. Hal utamanya adalah pertandingan antara Napoli dan Milan. Namun, saya tak merasakan diri sebagai Conte dari Portugal.