logo SLO Nusantara


SLONUS, BELITUNG TIMUR –

Pada Minggu (30/3/2024) malam, area depan kantor Bupati Belitung Timur dipenuhi oleh ribuan kendaraan yang akan melakukan pawai takbiran keliling Kota Manggar.

Beragam tipe kendaraan telah disusun secara teratur, mulai dari pikap sampai truk yang dilengkapi sistem Pengeras Suara untuk Takbir dan hiasi dengan lampu gemerlap.

Itu memberikan kesan tambahan kecantikan dan kemegahan dalam penyambutan Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriyah.

“Pawai Takbir berkeliling ini tidak hanya merupakan suatu rutinitas tahunan saja, melainkan juga menunjukkan ungkapan rasa terima kasih serta persatuan untuk menyambut hari kemenangan. Saya sangat menghargai semangat masyarakat yang turut memelihara dan melestarikan budaya ini,” ucap Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten pada pidato beliau di Hari Minggu tanggal 30 Maret 2025.

Bupati Belitung Timur Kamarudin Muten, Wakil Bupati Belitung Khairil Anwar, bersama dengan anggota Forkopimda dan pemimpin dari berbagai departemen ikut ambil bagian dalam pawai takbir yang dilakukan sekeliling kota guna merayakan agenda tahunan tersebut.

Kendaraannya berjajar dan melaju menuju Jalan Raya Gantung, setelah itu membelok ke kiri di Jalan Proyek (Pancur), peserta kemudiannya mengambil arah kanan dan terus jalan hingga mencapai Simpang Kater (Hotel Oasis).

Berikutnya, peserta berbelok ke kiri dan terus melaju hingga mencapai Simpang Empat. Sesampainya di sana, para pengunjuk rasa memutar ke kanan mengarah ke taman kota, lalu mereka belok lagi ke sebelah kiri mendekati Pasar Manggar. Selanjutnya, mereka lanjut jalan lurus sampai menemui Simpang Empat yang ada lampu merah dekat pasar tersebut. Terakhir, mereka akan melakukan perputaran arah ke kanan untuk menuju Tugu 1001 Warung Kopi.

Selanjutnya, para pengikut parade Takbir membelok ke arah kanan menuju Masjid Agung Darussalam yang menjadi titik akhir perjalanan mereka.

Di samping itu, para pengikut parade ketupat berkeliling dilarang membawa atau membakar petasan, kembang api, ataupun mariam bambu serta jenis serupa lainnya.

Ini dilakukan guna mempertahankan keselamatan, keteraturan, kerohanian serta menjaga perilaku yang baik sepanjang acara takbir keliling berjalan.

(Yunita Karisma Putri)