SLONUS
Inilah petualangan cinta Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil yang mengungkapkan bahwa dia berkompetisi dengan banyak pria untuk memenangkan hati istrinya, Atalia Praratya.
Diketahui bahwa Ridwan Kamil dan Atalia Praratya sudah menikah selama 28 tahun sejak tanggal 7 Desember 1996.
Asal mulanya cerita cinta Ridwan Kamil dan Atalia Praratya juga tidak kalah romantis dibandingkan dengan kisah-kisah drama Korea.
Ternyata, awalnya mereka bertemu karena suatu kecelakaan tak terduga.
Ridwan Kamil menyatakan bahwa ia berjumpa dengan Atalia Praratya untuk pertam kalinya di suatu pameran yang digelar tahun 1994 di Kota Bandung.
Pada saat perjumpaan tersebut, Ridwan Kamil menyatakan dirinya langsung terpikat dengan Atalia Praratya.
“Saya harus jujur nih, cinta pada pandangan pertama. Dulu sih begini ceritanya: Saya hadir di suatu acara dan seusai acaranya, saat akan pulang dengan naik taksi, rasanya ingin sekali buang air. Terpaksa kembali ke toilet terlebih dahulu. Setelah keluar dari toilet, bertemulah saya dengan wanita tersebut, lalu memintakan nomornya, dan dalam waktu yang cukup cepat kami mulai menjalin hubungan. Jadi bisa dikatakan bahwa jika tidak ada urgensi untuk buang air, mungkin saja kita tidak bakal ketemu,” ungkap Kang Emil seperti dilaporkan oleh Grid.id.
Namun, Atalia menjelaskan bahwa dia tidak secara langsung menetapkan nomornya ketika berjumpa untuk pertama kali.
“Eh tapi, saya tidak bisa langsung memberikan nomor kepada siapa pun kan? Jadi strategi yang digunakan adalah dengan memberikannya pekerjaan dulu,” jelas Atalia.
Bersaing dengan Banyak Pria
Kang Emil, julukan untuk Ridwan Kamil, pada masa lalunya pernah menyatakan bahwa dia dahulunya berusaha ekstra hanya agar dapat memikat hati istrinya.
Menurut laporan Kompas pada hari Jumat, 28 Maret 2025, Kang Emil hampir bersaing dengan beberapa pria lain yang turut mengejar Atalia Praratya.
Para pria yang tertarik pada Atalia Praratya dikabarkan berasal dari beragam latar belakang. Mulai dari tentara, kepolisian, dokter, sampai preman.
Akhirnya, tujuan menikah pada usia 27 tahun yang ditetapkan oleh Ridwan Kamil harus dia tunda untuk segera mengantarkan Atalia Praratya ke pelaminan.
“Saya sebelumnya menargetkan untuk menikah pada usia 27 tahun. Namun, karena pengaruh dari cerita Bu Cinta (Atalia), anggapan tersebut berubah dan saya merasa perlu untuk menikah lebih awal. Alasannya adalah persaingan cukup ketat jadi jika terlalu lama ada kemungkinan akan kehilangan kesempatan,” ujar Ridwan Kamil.
Ridwan Kamil tidak hanya sampai di situ, ia pun membeberkan taktik pendekatannya. Yaitu dengan sering-sering bercengkerama dengan calon ibu mertuanya.
Dulu saat ingin bertemu dia sulit karena di halaman depan rumah sudah ada antrian seperti di klinik. Jadi agar tidak hanya mendapat sedikit waktu pertemuan, saya memilih menunggunya di dalam dapur bersama ibunya.
jadi lebih sering berbicara dengan ibunya tentang berbagai hal sebelum menjalin hubungan, kata Ridwan Kamil.
Di channel YouTube Good Friend, yang dirilis pada tanggal 18 Desember 2018, Ridwan juga bercerita tentang alasan dia mendekati calon ibunya tersebut karena dia menyadari bahwa nanti Atalia pasti akan minta nasihat dari ibunya.
Saat mendekati Cinta, saya pertama-tama mendekati ibunya, sebab setelah melakukan penelitian, ternyata gadis-gadis biasa bertanya kepada ibu mereka, terutama jika sang ibu adalah contoh bagi si Anak.
Jadi, sementara oranglain fokus untuk mendapatkan perhatian wanita itu, aku cuma asik ngobrol sama ibunya saja, seolah-olah sedang memasak. Jadi wajarlah ketika akhirnya bertanya kepada sang ibu, “ceritanya Kang Emil.”
Ridwan Kamil ternyata merupakan sosok ke-42 yang dipilih oleh Atalia, seperti terlihat dari penemuan bukunya mengenai hariannya oleh sang suami pada masa lampau.
Saya baru sadar diri saya adalah nomor 42 saat tak sengaja mengintip catatan hariannya. Rupanya dalam jurnal tersebut tercatat semua orang yang telah menyatakan perasaan mereka.
“Saat mencarinya, nama saya tidak terlihat di halaman pertama, tetapi ternyata berada di halaman kedua dengan peringkat ke-42,” ungkap Ridwan Kami.
(SLONUS/Grid.id/Tribun Sumsel)