SLONUS.CO.ID, JAKARTA – Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Profesor M Nuh menyatakan bahwa tujuan dari pemerintah dalam merancang Sekolah Rakyat (SR), yang dikelola oleh Kementerian Sosial, adalah untuk menambah dan memperluas kesempatan pendidikan bagi anak-anak yang belum mendapatkan akses ke sekolah formal. Ini tidak bermaksud untuk mengambil alih atau menggantikan lembaga pendidikan tradisional yang telah ada sebelumnya.
Nuh, berdasarkan pernyataan resmi, menggariskan bahwa salah satu tujuan pokok mendirikan Sekolah Rakyat adalah untuk mencapai para anak yang sebelumnya tidak mempunyai kesempatan masuk sekolah, entah itu disebabkan oleh hambatan finansial, lokasi jauh, atau faktor-faktor sosial lainnya. Keputusan tersebut diambil atas dasar informasi yang ada pada Data Tunggal Sosioekonomi Nasional (DTSEN).
Maka dari itu, dia menjelaskan, pemeaan wilayah dilaksanakan secara teliti agar memastikan bahwa SR tidak menyita alokasi sekolah lain, tetapi malah berada di tempat yang benar-benar memerlukan campur tangan dalam bidang pendidikan.
Menurutnya, dengan menggunakan metode ini, Sekolah Rakyat tidak akan mengacaukan sistem pendidikan yang telah ada, melainkan menjadi jawaban untuk wilayah-wilayah dengan tingkat kelulusan siswa rendah. Ia percaya bahwa taktik yang terorganisir serta pendekatan disesuaikan dengan permintaan komunitas diharapkan bisa memberikan penyelesaian efektif guna mendukung percepatan kesetaraan pendidikan di Tanah Air.
Untuk memastikan bahwa para siswa menyesuaikan diri dengan optimal dalam setting pendidikan, lanjutnya, diselenggarakanlah sebuah program orientasi yang bertahan selama satu bulan sebelum semester baru mulai. “Orientasi ini sangat esensial guna memberi bekal kepada siswa agar siap secara psikologis, interaksi sosial, serta pengetahuan akademik, sehingga mereka sanggup menjalani proses pengajaran resmi dengan lebih efektif,” jelasnya.
Pada saat yang sama, para guru pilihan ini akan mengikuti program latihan spesifik bertujuan untuk meningkatkan rasa empati sosial. Dengan demikian, mereka dapat memberikan pendidikan dengan metode yang lebih menyeluruh serta mengetahui persyaratan siswa-siswa berasal dari beragam lingkungan sosial.
“Tujuan kami adalah untuk menegaskan bahwa guru-guru yang akan dipekerjakan harus memiliki kualifikasi akademis yang baik serta rasa simpati yang kuat, agar mereka dapat mengenali situasi para murid dan membantu mereka dengan sebaik-baiknya,” jelasnya.
Pada pernyataan yang sama, Sekretaris Jenderal Kementerian Sosial Roben Rico mengungkapkan bahwa agar dapat menjamin kelangsungan dan berkelanjutan program tersebut, guru serta staf pengajar akan dipilih dari area sekitar sekolah. “Tujuannya adalah untuk meningkatkan penyesuaian sosial secara efektif sambil juga mendorong penyediaan tenaga pengajaran di tempat-tempat yang sangat membutuhkannya,” jelasnya.
Di samping itu, ia menambahkan bahwa kepala sekolah akan bertindak sebagai manajer proyek pada semua tahap pendidikan untuk memastikan keberhasilan proses belajar dan partisipasi komunitas dalam pengelolaan sekolah.