logo SLO Nusantara


SOLO, SLONUS

– Menteri Koperasi dan Usaha Mikro Kecil Menengah Budi Arie Setiadi menyampaikan pendapatnya mengenai antrian panjang masyarakat yang berharap bertemu dengan mantan Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), selama perayaan Idul Fitri kali ini.

Pada Senin (31/3/2025) dan Selasa (1/4/2025), yang merupakan dua hari berturut-turut, antrian di depan kediaman Jokowi kelihatan berkelok dari awal sampai sore hari.

Observasi di tempat menandakan bahwa masyarakat bersedia menghadapai hujan agar bisa berkesempatan bertemu dengan Jokowi.

“Masalah antrian? Pak Jokowi tetap disukai oleh masyarakat karena masyarakat juga masih ada di pikiran Pak Jokowi,” kata Budi ketika ditemui dan ditanya setelah bertemu dengan Jokowi.

Pemimpin Utama dari Relawan Pro Jokowi (Projo) ini pun menggarisbawahi bahwa beragam tuduhan palsu terhadap Jokowi takkan membawa dampak pada dukungan publik.

“Ada banyak Fitnah? Tidak apa-apa, fitnah itu tidak mematikan. Nantilah orang yang berfitnah yang akan terbakar sendiri,” katanya.

Ketika diminta berkomentar tentang peranannya di dalam kabinet Jokowi, Budi menjawab, “Pak Luhut adalah saksi hidup, sedangkan saya hanya sebatas saksi setengah hidup.”

Dia juga menyatakan bahwa diskusi tentang urusan politik, yang meliputi pendirian Partai Super Terbuka (Tbk), baru akan diangkat setelah Idul Fitri tahun 1445 Hijriah.

“Politik akan dibahas setelah Idul Fitri. Kami tidak membicarakan tentang masyarakat,” tegasnya.

Sebaliknya, Budi menyebutkan bahwa saat bertemu dengan Jokowi, mereka menyinggung tentang Program Koperasi Desa Merah Putih yang dianggap efektif untuk memerangi praktik rentenir.

“Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih sebenarnya merupakan alat untuk menghilangkan praktik rentenir dan tengkulak yang merugikan rakyat. Itulah poin utama yang baru saja saya sampaikan,” ujarnya.

Budi pun menyampaikan bahwa Jokowi mengingatkan supaya Kopdes Merah Putih dikelola dengan penuh perhatian sehingga bisa bertindak sebagai alat bagi pembangunan desa.

“Sangatlah penting untuk berhati-hati dan melakukan ini dengan sebaik-baiknya agar dapat menjadi alat bantu bagi perkembangan masyarakat pedesaan di seluruh Indonesia. Dia sangat memperdulikan kemajuan tersebut,” katanya.

“Intinya, beliau selalu menyediakan pemikiran-pemikiran terbaik dan masukan untuk kemajuan Indonesia,” demikian menutup Budi.