Laporan Penulis TribunJabar.id Sumedang, Kiki Andriana
SLONUS, SUMEDANG –
Walaupun sinar matahari menyinari area Taman Endog di Sumedang Selatan pada hari Minggu, 30 Maret 2025, Dede Indi yang berusia 27 tahun masih kukuh menantikan pelanggan untuk bukunya bungan tersebut.
Penduduk dari Kampung Citisis RT02/10, Desa Cihanjuang Rahayu, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat sudah ada di area Taman Endok sejak hari Sabtu dini hari.
Dia menjual aneka jenis bunga, termasuk bunga tabur yang umumnya dipakai orang untuk ditaburkan di atas makam saat berkunjung ziarah pada peringatan Idul Fitri.
Menurut pengamatan TribunJabar.id, para penjual bunga mengisi area Taman Endog.
Mereka menawarkan karangan bunga dengan berkeliling di pinggir jalan. Pembeli sepertinya tak perlu keluar dari mobil mereka. Hal ini mirip seperti sistem “drive-thru” untuk penjualan bunga di Sumedang.
Dede menyebutkan bahwa pada Lebaran kali ini ia baru mulai berdagang di Sumedang. Dia sebenarnya adalah petani bunga mawar dari Lembang dan biasanya menggunakan momentum Idul Fitri sebagai kesempatan untuk menjual bunganya ke berbagai wilayah di Jawa Barat.
“Alhamdulillah sangat ramai. Sudah berkumpul di sini sejak semalam hari Sabtu. Saya berasal dari Lembang, dan besok malam ketika pengumuman kemenangan akan jadi lebih ramai lagi (pelanggan),” ujarnya.
Dede menawarkan berbagai macam bunga taburan untuk pemakaman mulai dari bunga sedap malam, aster, mawar, hingga peacock.
Di luar mawar, ia mendapatkannya dari pedagang bunga di Lembang untuk diedarkan lagi. Sementara itu, mawar yang dipasarkannya merupakan hasil tanaman pribadinya sendiri.
“Populer dikarenakan hubungannya dengan Hari Raya Idul Fitri serta Mawar, kedua produk ini banyak diburu dan laris manis,” ujarnya.
TribunJabar.id memperkirakan bahwa harga setiap bunganya sekitar Rp5 ribu, namun ternyata harga per tangkainya untuk bunga sedap malam dapat mencapaiRp15 ribu.
Satu batang sedap malam harganya Rp15 ribu, dan bunga taburnya antara Rp5 sampai 10 ribu per bungkusan,” ujarnya. “Untuk buket, ada yang dihargaiRp50ribu.
Saat TribuneJabar.id mengobrol dengan Dede, pria itu melihat seorang laki-laki yang memarkirkan sepeda motor miliknya. Orang tersebut kemudian bertanya tentang harga sedap malam kepada mereka.
“harga satuannya adalah Rp15 ribu Pak, mohon di tunggu sebentar. Nanti jika membeli dua akan menjadi Rp25ribu,” ujar Dede.
Orang tersebut berinisial Dudi dan berasal dari Cisero, Sumedang. Ia menyatakan bahwa tiap perayaan Lebaran dia selalu membeli bunga sedap malam.
“Dudi dari Cisero selalu membeli bunga setiap Lebaran,” ujarnya.